Minggu Ke 2. ( 1 - 4 September 2025)
Minggu ke-2 Magang Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng
Pada tanggal 1–2 September 2025 , Desa Wisata Les di Kabupaten Buleleng menjadi tuan rumah kegiatan Asesmen Lapangan Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan . Program yang diprakarsai Kemenparekraf ini bertujuan menilai sejauh mana intuisi—ekonomi, sosial, prinsip budaya, dan lingkungan—telah diterapkan dalam pengelolaan desa wisata. Sertifikasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai legitimasi formal, tetapi juga sebagai pemacu peningkatan mutu destinasi. Selama asesmen, tim penilai meninjau secara menyeluruh aspek tata kelola, kondisi lingkungan, pelestarian budaya, hingga partisipasi masyarakat. Penilaiannya meliputi kebersihan, pengelolaan sampah, konservasi alam, serta kualitas pelayanan wisata. Proses ini menjadi langkah penting untuk memastikan Desa Les benar-benar konsisten dalam mengimplementasikan pariwisata berkelanjutan.Desa Les sendiri telah dikenal sebagai destinasi unggulan dengan Air Terjun Les sebagai ikon utama. Selain panorama alam, masyarakat setempat aktif dalam konservasi terumbu karang yang tidak hanya melestarikan ekosistem laut, tetapi juga mendukung pengembangan wisata bahari. Di sisi lain, kekayaan budaya lokal seperti seni, kerajinan, dan tradisi adat tetap dilestarikan, memberikan pengalaman otentik bagi wisatawan.
Keterlibatan penulis dalam pendampingan asesmen menampilkan sinergi nyata antara warga desa, pemerintah setempat, dan Kemenparekraf. Sertifikasi ini menjadi momentum penting bagi Desa Les untuk terus memperkuat daya tariknya tanpa mengabaikan aspek kemiskinan, sekaligus membuka peluang menjadi model pariwisata berkelanjutan di tingkat nasional maupun internasional.
Pada tanggal 2 September 2025, kami membentuk kelompok untuk mengumpulkan data di kabupaten buleleng. Kegiatan ini fokus pada pengumpulan data maestro seni, UMKM lokal, serta strategi skillfull branding untuk memperkuat identitas dan daya saing pariwisata Buleleng. Aktivitas ini menjadi salah satu langkah penting dalam merancang strategi promosi yang berbasis potensi lokal.
Pada tanggal 3 September 2025 , kami dari divisi pemasaran membuat draft rancangan Proposal Lovina Festival 2026 dengan tema The Magical Lovina. Proposal ini berisi ragam acara yang akan disajikan, seperti parade seni, pertunjukan musik tradisional, dan atraksi budaya khas Buleleng. Dokumentasi ini menunjukkan keterlibatan langsung dalam penyusunan konsep acara tahunan yang diharapkan mampu mempromosikan pariwisata Lovina ke tingkat nasional maupun internasional.
Comments
Post a Comment