Minggu ke 1. (25-29 Agustus 2025)



Minggu ke-1 Magang Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng

Pada tanggal 28 Agustus 2025, kegiatan pendataan destinasi wisata di Kabupaten Buleleng untuk didaftarkan ke Google Maps, jadi, kami mendokumentasikan berbagai titik wisata yang ada, mulai dari air terjun, pantai, situs sejarah, tempat budaya, hingga kawasan konservasi. Semua data itu kemudian dimasukkan ke dalam Google My Maps agar nantinya lebih mudah diakses oleh wisatawan.

Di foto ini terlihat peta digital yang sudah berisi titik-titik lokasi wisata di Buleleng. Setiap destinasi tidak hanya mencatat lokasinya saja, namun juga diberi kategori dan keterangan singkat mengenai daya tarik utamanya. Dengan begitu, wisatawan, baik lokal maupun mancanegara bisa lebih mudah menemukan informasi dan langsung mengunjungi tempat-tempat tersebut.

Pendataan ini sangat penting karena sekarang semua orang lebih sering mencari informasi melalui internet. Destinasi wisata sudah terdaftar di Google Maps, otomatis akan lebih dikenal luas dan bisa membantu promosi pariwisata Buleleng secara digital. Selain itu, pengalaman ini juga membuat saya lebih paham tentang bagaimana  digitalisasi pariwisata  bisa diterapkan secara nyata di lapangan.



Aplikasi Visit North Bali merupakan inovasi yang dikembangkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng sebagai sarana untuk memperkenalkan kekayaan pariwisata di wilayah Bali Utara. Melalui platform ini, pengguna dapat mengakses beragam mulai dari destinasi wisata, fasilitas penginapan, pilihan kuliner, aktivitas pariwisata, hingga produk informasi UMKM lokal.

Dalam rangka mewujudkan Buleleng sebagai destinasi modern dan berdaya saing global, pada 29 Agustus 2025 Dinas Pariwisata mengadakan rapat strategis yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pemasaran, Agus Widya Suputra, SE, MAP Agenda rapat utama tersebut adalah pembahasan roadmap pengembangan aplikasi Visit North Bali dengan mengadopsi teknologi Artificial Intelligence (AI). Kegiatan ini turut menghadirkan  I Putu Mahendra selaku perwakilan dari mitra pengembang INDO-XX . Kolaborasi ini menandai awal dari transformasi digital sektor Pariwisata Bali Utara yang semakin mengedepankan teknologi.

Rencana pengembangan dilakukan secara bertahap dengan menitikberatkan pada tiga aspek utama, yaitu: penerapan  chatbot AI interaktif , pembangunan sistem pemesanan dare yang terintegrasi, serta promosi digital berbasis data. Dalam sambutannya, Bapak Agus Widya Suputra menekankan bahwa langkah ini bukan sekadar menambah fitur aplikasi, melainkan bagian dari implementasi konsep Smart City di Kabupaten Buleleng.



Comments

Popular posts from this blog

Minggu ke 9 (20 - 24 Okt 2025)

Minggu ke 8 (13 - 17 Okt 2025)